Bantuan Benih Lele Sangkuriang Untuk Imam Masjid

  • PDF

Kebahagiaan terpancar di wajah Mustamin ketika menerima 5.000 benih Lele Sangkuriang dari Dompet Dhuafa Kalimantan Timur di Gresik, Penajam Paser Utara pada rabu (7/12) lalu.  Senyum kebahagiaan itu membayar segala kelelahan dan keletihan yang dialami oleh tim DD Kaltim setelah menempuh perjalanan darat selama tujuh jam lamanya.

Benih lele itu diserahkan oleh Supervisor Divisi Pemberdayaan Ekonomi DD Kaltim Anita Sulistyorini kepada Mustamin. DD Kaltim juga memberikan bantuan pakan sebanyak 60 kilogram.

“Alhamdulilah, saya bersyukur sekali. Karena kami mendapatkan benih dan pakan. Selama ini yang menjadi kendali kami sebagai petani ikan adalah pakan. Kami sulit mendapatkannya dan harganya relative mahal. Saya juga senang karena mendapat pembinaan dari DD Kaltim,” tutur petani yang berusia 60 tahun itu.

Mustamin, mengaku sudah menjalani profesi petani ikan puluhan tahun lamanya. Kendala yang didapatinya dalam menjalankan usahanya adalah mendapatkan pakan serta pemasaran dari hasil kolamnya. Selama ini, lele-lele dijual ke area sekitar desanya. Sehingga hasil usahanya belum maksimal.

“Kesulitan yang dihadapi oleh bapak Mustamin adalah kesulitan yang dihadapi oleh petani ikan pada umumnya. Karena pakan-pakan ini banyak didatangkan dari jawa sehingga harganya relative lebih mahal serta penjualan yang belum maksimal. Kedepannya, kami berencana akan menjual lele hasil petani kepada rumah makan-rumah makan yang ada di Balikpapan. Seperti yang dilakukan kawan-kawan DD Bandung yang menjual ikannya ke rumah makan Lele Lela Bandung,” papar Pengelola Program Lele Sangkuriang Nur Hidayat.

Saat ini, mitra binaan dari program Tales  berjumlah tiga orang.  Yakni satu petani di Penajam Paser Utara dan dua petani di Balikpapan. Yakni di kilometer 12 dan kilometer 15,5. Bantuan untuk mitra binaan adalah benih, pakan serta pembinaan.

Petani yang menjadi mitra binaan adalah petani yang memiliki komitmen serta etos kerja tinggi serta mustahiq. “ Selain melakukan survey ke orang yang bersangkutan. Mitra tersebut merupakan rekomendasi dari tokoh masyarakat atau imam masjid setempat. Mitra kami adalah imam dan jamaah masjid di lokasi tempat tinggal masing-masing,”  jelas Nur Hidayat.

Menurut Nur Hidayat, tantangan yang terbesar dari program ini adalah mencari mitra yang amanah. Karena kunci keberhasilan dari program ini adalah kejujuran serta integritas dari mitra. Namun, ia yakin program ini dapat berkembang di Kalimantan Timur. Dengan program ini diharapkan kesejahteraan petani akan meningkat. (ely)

Petikan :

tantangan yang terbesar dari program ini adalah mencari mitra yang amanah. Karena kunci keberhasilan dari program ini adalah kejujuran serta integritas dari mitra.

  • IMG_7
  • Author: No Data
  • Hits: 20
  • IMG_6
  • Author: No Data
  • Hits: 22
  • IMG_5
  • Author: No Data
  • Hits: 25
  • IMG_4
  • Author: No Data
  • Hits: 26
  • IMG_3
  • Author: No Data
  • Hits: 20
  • IMG_2
  • Author: No Data
  • Hits: 20