Info Program

Bantuan Benih Lele Sangkuriang Untuk Imam Masjid

  • PDF

Kebahagiaan terpancar di wajah Mustamin ketika menerima 5.000 benih Lele Sangkuriang dari Dompet Dhuafa Kalimantan Timur di Gresik, Penajam Paser Utara pada rabu (7/12) lalu.  Senyum kebahagiaan itu membayar segala kelelahan dan keletihan yang dialami oleh tim DD Kaltim setelah menempuh perjalanan darat selama tujuh jam lamanya.

Benih lele itu diserahkan oleh Supervisor Divisi Pemberdayaan Ekonomi DD Kaltim Anita Sulistyorini kepada Mustamin. DD Kaltim juga memberikan bantuan pakan sebanyak 60 kilogram.

“Alhamdulilah, saya bersyukur sekali. Karena kami mendapatkan benih dan pakan. Selama ini yang menjadi kendali kami sebagai petani ikan adalah pakan. Kami sulit mendapatkannya dan harganya relative mahal. Saya juga senang karena mendapat pembinaan dari DD Kaltim,” tutur petani yang berusia 60 tahun itu.

Read more...

Galang Wakaf Untuk SDIT di KM 17

  • PDF

Untuk mendukung pembangunan Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di kawasan Kilometer 17, Dompet Dhuafa membuka program wakaf tunai. Dari dana wakaf yang terkumpul nantinya akan dipergunakan untuk pembiayaan pembangunan gedung sekolah.

“Diperkirakan pembangunan gedung mencapai 1-2 milyar rupiah. Sebuah proyek besar bagi Dompet Dhuafa. Kami optimis dana akan terkumpul mengingat kebermanfaatan program ini bagi masyarakat sekitar,” kata supervisor divisi Wakaf DD Kaltim Turyanto.

SDIT, rencananya, akan beroperasi pada tahun ajaran baru mendatang. Yakni bulan juni/juli tahun ini. Untuk sementara, SDIT akan menggunakan bangunan Al Quran School yang berstatus sewa untuk kegiatan belajar mengajar nanti. Untuk tahun ajaran baru, rencananya Al Quran School akan menerima 20 orang murid dengan sistem Boarding School.

“ Kami menerapkan sistem sertifikasi wakaf tunai, seperti program wakaf tunai Rumah Sehat Dompet Dhuafa. Dengan nilai nominal (minimal) 5 juta rupiah.  Untuk kejelasan program ini dapat menghubungi saya atau kantor Dompet Dhuafa Kalimantan Timur,” kata Turyanto.

Untuk program wakaf tunai Rumah Sehat Dompet Dhuafa (RSDD), pihak DD Kaltim telah menerima bantuan wakaf sebesar 26 juta rupiah dari 10 wakif. RSDD adalah jejaring program layanan kesehatan Dompet Dhuafa Kalimantan Timur. Berbasis pengobatan thibbun nabawi (hidup sehat ala Nabi Muhammad SAW), RSDD memberikan layanan kesehatan seperti bekam, ruqyah, akupuntur, sebat rotan dan metode pengobatan lainnya. Berlokasi di kawasan MT Haryono, RSDD menerapkan tarif infaq bagi pasien dan gratis bagi dhuafa. Dalam satu hari, RSDD menerima kunjungan 30 pasien.

Diharapkan jumlah wakaf terus meningkat mengingat kebermanfaatan program-program tersebut untuk masyarakat sekitar khususnya dan umumnya. (ely)

Pelaku Usaha Pangan Masih Enggan Mengurus Sertifikat Halal

  • PDF

Jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) Pangan Kalimantan Timur  yang sudah memiliki sertifikasi halal baru 42 IKM atau 6 persen dari total IKM Pangan yang memiliki sertifikasi Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP). Minimnya IKM Pangan yang melakukan sertifikasi disebabkan ketidaktahuan dalam pengurusan sertifikat halal, minimnya kesadaran memiliki sertifikat halal untuk produknya, dan lain-lain.

Hal ini terungkap dalam Seminar “ Mungkinkah Produk Makanan Kita Bersertifikasi Halal” yang digelar di Auditorium Pemkot Balikpapan pada sabtu (13/8) lalu.

Ketidaktahuan dalam pengurusan sertifikat halal ini tercermin dari pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh peserta seminar. Peserta yang didominasi oleh pelaku usaha industri rumah tangga mengaku tidak mengetahui mengenai tata cara pengurusan sertifikat yang dikeluarkan Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI)  itu.

Seperti yang diungkapkan oleh ibu Sari, salah satu pelaku industri rumah tangga. Ia bercerita bahwa snack yang dibuatnya ditolak oleh mini market karena tidak memiliki label halal. “Jadi saya ingin tahu bagaimana cara mengurusnya,” tuturnya di sela- sela acara berlangsung.

Selain ketidaktahuan mengenai prosedur pengurusan sertifikat halal, para pelaku usaha juga mengungkapkan kekhawatiran mahalnya biaya pengurusan. Namun, kekhawatiran tersebut ditepis oleh   Razqi Arfiyandi (Pemilik RM TAMBORA sebagai rumah makan  yang pertama kali memiliki sertifikasi halal) yang menjadi salah satu nara sumber dalam acara tersebut.

Menurutnya, dalam pengurusan sertifikat, pihaknya dimudahkan oleh LPPOM MUI dengan biaya yang relatif murah. Senada dengannya, Ketua LPPOM MUI Kalimantan Timur drh H Sumarsongko yang hadir sebagai penanggap,  pihaknya menerapkan sistem subsidi silang bagi pengusaha kecil.

“ Kalau bapak atau ibu ingin mendapatkan keringanan, sebaiknya berkonsultasi dengan disperindagkop. Karena kementrian perindagkop memberikan bantuan pembiayaan dalam pengurusan sertifikat,” tutur pria alumnus Institur Pertanian Bogor itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Daerah LP POM MUI Pusat Ir.Nur Wahid.,MSi menjelaskan tentang prosedur dalam pengajuan sertifikat halal. Ia juga mengungkapkan fakta-fakta temuan LPPOM MUI di lapangan terkait penggunaan bahan-bahan yang tidak diperbolehkan oleh BPPOM. Menurutnya, penggunaan bahan tersebut, lebih disebabkan ketidaktahuan pelaku industri kecil tentang bahayanya bahan-bahan tambahan tersebut.

Tidak hanya pembahasan tentang prosedur pengurusan sertifikat halal, acara tersebut membahas tentang produk makanan ditinjau dari sisi kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Dyah Muryani menjadi pembahas persoalan ini. Ia mengungkapkan fakta banyaknya pedagang kaki lima yang menggunakan minyak goreng bekas untuk berjualan. Sedangkan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Nining Surtiningsih memaparkan program-program pemerintah untuk membantu IKM mendapatkan sertifikat halal.

Seminar yang dihadiri sekitar 100-an orang itu mendapatkan sambutan hangat dari para peserta. Mereka menginginkan kesinambungan dari acara seminar ini. “ Alhamdulilah, acara ini mendapatkan sambutan hangat. Kedepannya, kami akan mengadakan program lanjutan. Ini sejalan dengan Warung Berehat (Bersih, Sehat, Halal dan Nikmat) yang dikembangkan oleh DD Kaltim,” tutur Supervisor Program Pendayagunaan Ekonomi Anita Sulistyorini.

Last Updated on Monday, 30 January 2012 09:35

Berzakat dan Berinfaq Melalui Kartu ATM Bank Syariah Mandiri

  • PDF

Kemudahan layanan BSM ini merupakan hasil kerjasama ATM co Branding antara PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Cabang Balikpapan dengan Dompet Dhuafa Kalimantan Timur. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan antara Pimpinan Bank Syariah Mandiri Balikpapan Dwi Anjilo Putro dan General Manager Dompet Dhuafa Kalimantan Timur Abdul Samad di hotel Gran Tiga Mustika, pada sabtu (13/8) lalu.

“Kartu ini adalah kartu ATM yang memiliki fasilitas-fasilitas istimewa. Selain terdapat kartu diskon di merchant, ini juga memudahkan para nasabah yang ingin menjadi muzakki. Kami memberikan pilihan-pilihan kepada muzakki untuk menyalurkan ziswafnya secara rutin. Selama ini, kami baru memberikan fasilitas pemotongan zakat bagi hasil,” tutur Funding Officer BSM Cabang Balikpapan Andi Asni.

Dengan adanya fasilitas ziswaf ini, tambah Andi Asni, juga memberikan kemudahan kepada para Muzakki Dompet Dhuafa. Sehingga pihak muzakki Dompet Dhuafa, tidak perlu lagi direpotkan untuk datang ke Dompet Dhuafa saat mengantarkan ziswafnya.

Kartu ATM co Branding ini, rencananya, akan ditawarkan kepada nasabah BSM baik nasabah Eksisting hingga calon nasabah. Saat ini, pihak BSM telah memiliki 10 ribu nasabah. Andi optimis, layanan ATM co Branding ini akan mendapat respon positif.

“Permintaan untuk penyaluran ziswaf dari nasabah sebenarnya sudah lama. Kerjasama ini sebagai respon dari permintaan nasabah kami. Kami mengharapkan dari ATM co Branding ini akan melahirkan komunitas muzakki. Dimana komunitas ini nanti bisa saling berbagi informasi maupun ilmu,” papar Andi.

Tahap pertama, rencananya, BSM akan menerbitkan 100 kartu ATM co Branding ini pada bulan depan. Dengan tema World of Zakat. (ely)

Last Updated on Thursday, 12 January 2012 01:50