Manusia berusaha, Allah SWT jua berkehendak. Begitu pesan-pesan tetua-tetua kita menjelaskan bahwa takdir itu berada di tangan Allah SWT, selaku pemilik kekuasaan tertinggi alam semesta. Pepatah ini juga mewakili perjuangan Singgang Wahono dan Neny untuk mencari kesembuhan bagi anaknya, Ilhamsyah.
Ilhamsyah, penderita suspect Atresia Bilier menghadap ilahi pada hari Sabtu (8/10) pukul 08.00 wib (waktu Indonesia Barat) di ruang NICU (neonatus intensive care unit) Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo. Ia meninggal setelah dirawat di rumah sakit itu selama tiga hari. Sebelumnya, ia dirawat di Rumah Sakit Umum Dr Kanujoso Djatiwibowo selama 23 hari.
Bagi Dompet Dhuafa Kalimantan Timur, Ilhamsyah dan keluarganya memberi kesan yang mendalam. Ilhamsyam merupakan simbol perjuangan kaum dhuafa untuk mendapatkan pengobatan yang memiliki keterbatasan ekonomi dan informasi.
Pertengahan September 2011
Kami menemukan Ilhamsyah dalam kondisi sakit pada pertengahan September lalu di kilometer 28 Kelurahan Samboja, Kutai Kertanegara atas bantuan laporan tetangga keluarga Singgang yang bersimpati.
Orang tua Ilhamsyah berprofesi sebagai petani penggarap tanah. Meskipun mereka ber-KTP Balikpapan, tetapi mereka tinggal di km 28, Samboja Kutai Kertanegara. Karena di tempat itulah, mereka menggantungkan hidupnya sebagai petani jahe.
Sebagai petani penggarap, kesejahteraan pun hanya harapan. Dengan rumah yang kurang layak dan lokasi di perkebunan, membuat rumah tersebut sulit dijangkau. Saat kami menemui keluarga itu, Ilhamsyah dalam kondisi yang memprihatinkan. Perutnya membesar, sekujur tubuhnya menguning. Oleh DD Kaltim, Ilham langsung dibawa ke rumah sakit Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan.
Oleh Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), Ilham dinyatakan suspect Atresia Bilier. Yakni suatu keadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal. Fungsi dari sistem empedu adalah membuang limbah metabolic dari hati dan mengangkut garam empedu yang diperlukan untuk mencerna lemak dalam usus halus. Pada atresia bilier terjadi penyumbatan aliran empedu dari hati ke kantung empedu. Hal ini yang menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati. Penyakit ini jarang ditemukan. Atresia bilier biasanya ditemukan pada 1 dari 15.000 kelahiran bayi.
Karena keterbatasan peralatan di RSKD, maka pihak rumah sakit menganjurkan untuk membawa Ilhamsyah ke rumah sakit umum DR Soetomo, Surabaya Jawa Timur. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya pengokohan diagnosa dari RSKD.
4 Oktober 2011
Ilhamsyah mendapat persetujuan dari Dinas Kesehatan Kota (melalui Jamkesda) untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo. Pihak Dinas Kesehatan Kota hanya memberikan pertanggungan biaya medis saja, sedangkan biaya non medis akan ditanggung oleh Dompet Dhuafa. Usai mendapat surat rujukan tersebut, Kami langsung memproses keberangkatan Ilhamsyah ke Surabaya. Sebelumnya, kami berkerjasama dengan pihak Surat Kabar Harian Tribun Kaltim untuk pemberitaan serta pengumpulan dana untuk Ilhamsyah. Alhamdulilah, respon pertama datang dari Islamic Global School Balikpapan. Sekolah Islam yang berada di Kampung Timur itu memberikan dana bantuan sebesar Rp 7.311.000,-.
6-10 Oktober 2011
Setelah mendapat ijin dari dokter yang menangani Ilhamsyah, dr. Silvia Meiliana MSc, SpA, sekitar jam 10 pagi kami keluar rumah sakit. Selanjutnya, pada pukul satu siang, kami langsung menerbangkan Ilhamsyah bersama orang tuanya ke Surabaya Jawa Timur.
Sekitar pukul 14.00 WIB (Waktu Indonesia Barat) kami tiba di Rumah Sakit Umum Dr. Soetomo Surabaya. Setelah melalui proses administrasi, Ilhamsyah ditangani oleh para dokter spesialis anak. Dirawat di ruang Bona 1. Hari pertama di ruang Bona, kondisi Ilham stabil. Rencananya, pihak rumah sakit akan melakukan pemeriksaan menyeluruh tetapi masih menunggu karena banyaknya pasien Jamkesda yang harus diperiksa.
Saat dirawat di ruang tersebut, pada tanggal 9 Oktober tiba-tiba seorang dokter menyatakan kesanggupannya untuk menanggung biaya pemeriksaan menyeluruh guna mengetahui penyakit Ilhamsyah. Sehingga Ilham tidak harus menggunakan fasilitas Jamkesda. Rencananya pukul 06 sore, Ilham akan diperiksa darah. Tetapi tepat pukul 17.40 WIB, kondisi Ilham menurun dan segera di ditempatkan di ruang NICU (neonatus intensive care unit). Ilham menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 07 pagi setelah semalam mendapat perawatan di tempat tersebut. Jenazah Ilham diterbangkan ke Balikpapan pada sore harinya. Pada minggu pagi, Ilham dikebumikan di Balikpapan. (ely)



